Rabu, 10 September 2014

1. Hikayat Nol Persen (buah yang sempurna)



1
Hikayat Nol Persen
Algorism (Inspirasi Menulis)



Sesuatu yang tumbuh tanpa di tanam,
tidak akan berbuah dengan sempurna.”





SAHABATKU YANG BAIK, saya bersyukur buku ini ada ditangan Anda. Semoga pertemuan ini menambah kebaikan diantara kita. Anggaplah ini obrolan ringan tentang keinginan Anda untuk menulis. Baik sebagai bagian pengembangan profesi ataupun hanya sekedar hoby bahkan demi sebuah tujuan mendakwahkan kebenaran. Selain bersyukur saya juga merasa terhormat dapat berkenalan dengan Anda meskipun hanya melalui media buku ini. Saya bangga dengan motivasi dan keyakinan Anda yang luar biasa untuk menulis. Namun saya juga berharap Anda tidak memiliki keyakinan bahwa dengan membaca buku ini semua keinginan Anda tentang menulis akan serta merta terwujud. Ini bukan kitab sulap atau sihir yang akan merubah semuanya dengan sekejap - hanya dengan trik atau mantra,‘sim salabim abra kada bra’. Ini hanya sebuah buku motivasi tentang sikap kita melejetkan potensi diri. Buku yang membahas bagaimana menghargai peluang hidup meskipun sekecil 0% dan mengkhawatirkan kemungkinan sekalipun sebesar ribuan bahkan jutaan %. Buku ini disajikan berdasarkan perjalanan dan pengalaman hidup saya yang berupaya mewujudkan AMBISI skenario diri, yang  dihadapkan dengan KEKUATAN skenario Yang Maha Karya. Skenario yang melebihi harapan pengharap-Nya. Dan juga ditambahkan pengalaman-pengalaman tokoh yang lebih menginspirasi.
KENAL dengan ABU ABDULLAH MUHAMMAD IBNU MUSA AL-KHUWARIZMI? Mungkin tidak sebanyak orang yang mengenal Algoritma. Algorism dan Al-Khuwarizmi dua nama yang sama. Algorism adalah istilah Barat dari Al-Khuwarizmi. Seorang matematikawan terkemuka dunia. Buku-bukunya telah banyak dirujuk bahkan disadur ilmuwan-ilmuwan Barat. Adelardi dari Bath tahun 1126 telah menyadur temuan-temuan ilmu pengetahuannya ke dalam bahasa Latin.[1] Karya-karya al-Khawarizmi mempengaruhi pemikir dan ilmuwan lebih jauh di masa kemudian, seperti Umar Khayam, Leonardo Fibonacci dari Pisa dan Jacob dari Florence.
          Al-Khawarizmi atau Algorism, adalah intelektual muslim yang banyak menulis. Karya-karyanya di bidang matematika, geografi, musik, sejarah. Dia juga seorang astronom yang berhasil menentukan bentuk bundaran bumi. Riset yang dilakukannya di Sanjar dan Palmyra ini, berhasil mengukur panjang derajat meridian, yaitu 56,75 Mil Arab.  Karya ‘Frattati d’Arithmetica’ (Kitabul Jama-wat-Tafriq) yang gemilang di bidang al-jabar.  Tentang sebuk-beluk angka-angka, termasuk angka nol. Karya lalu di sadur ke dalam bahasa Latin oleh Gerard Cremona. Karya yang banyak menjadi rujukan utama hingga abad-16 di universitas-universitas Eropa.
          Penemu angka nihil atau popular disebut angka ‘Nol’, lahir di Khawarizmi (Khiva) Selatan Amu Darya tahun 780. Leluhurnya bermigrasi lalu menetap di Qutrubulli. Sebuah distrik bagian barat Baghdad, Irak. Apa jadinya jika angka nol itu tidak ditemukan? Anda tentu dapat membayangkan jika angka “0” tidak ada di muka bumi ini. Yang jelas buku ‘Nol Persen’ ini tidak akan pernah ada. He...he..[NOL%]


[1] Edi Warsidi, Siapakah Ilmuwan Muslim? CV.Sangga Buana: Bandung, 2008, hlm.43.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar